Ratusan pohon jati tumbang,

Selogiri
Ratusan pohon jati yang berada Dusun Traman, Desa Pare, Kecamatan Selogiri tumbang karena hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu.

Akibat peristiwa tersebut warga menangguk kerugian hingga ratusan juta.
Menurut Kepala Dusun (Kadus) Traman, Mariyanto, sedikitnya 200 pohon jati tumbang akibat peristiwa angin ribut tersebut. Dia mengatakan, usia pohon jati yang tumbang tersebut bervariasi, tidak sedikit di antaranya usia pohon mencapai puluhan tahun. Padahal untuk satu batang pohon jati dengan usia sepuluh tahun harganya bisa lebih Rp 3 juta. ”Akar pohon jati tidak begitu kuat, karena jarak antara satu dan lainnya berdekatan jati beberapa di antaranya ikut roboh,” ungkap dia ketika dijumpai Espos, Sabtu (28/2) di Selogiri.
Tabungan
Dia mengaku belum dapat mengakumulasi total kerugian akibat peristiwa tersebut. Menurutnya kendati pohon tersebut tumbang warga masih dapat menjual kayu jati muda tersebut. Mariyanto mengatakan pohon jati itu merupakan salah satu komoditas yang di andalkan warga.
Pihaknya meminta Dinas terkait yakni Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonogiri untuk memberikan bantuan bibit jati kepada warga. ”Bagi warga, pohon jati merupakan tabungan, karena semakin tua usia pohon jati harganya mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.
Ketika dihubungi Espos via telepon, Minggu (1/3), Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonogiri, Ir Guruh Santosa, mengatakan akan menyiapkan bibit jati yang dibutuhkan warga. Menurutnya, warga dapat mengajukan permohonan mendapat bibit jati tersebut melalui kecamatan. “Kami siap untuk membantu bibit jati untuk warga, mereka tinggal mengajukan permohonan saja di kecamatan setempat,” paparnya.

0 komentar: